Penulis: Ridwana Siregar, Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Pasacasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan
Tidak mengherankan pada era ini banyak yang mengejar ilmu sebanyak mungkin. Namun, kegagalan terkadang menyusul meskipun seseorang telah mengumpulkan banyak pengetahuan. Mengapa ini bisa terjadi? Semua ini berkaitan dengan fakta bahwa banyak yang memiliki ilmu tetapi sedikit yang mendapatkan berkah darinya. Memiliki ilmu tanpa keberkahan hanyalah pemborosan waktu. Salah satu cara untuk meraih berkah dari ilmu adalah dengan menghormati guru.
Guru dianggap sebagai warisan para Nabi karena mereka meneruskan wahyu dan pengetahuan Nabi kepada umat manusia. Imam Al-Ghazali memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap guru dengan menggambarkan mereka sebagai individu yang suci, terhormat, dan memiliki posisi yang mulia. Seseorang yang memiliki ilmu dan mengaplikasikannya adalah seseorang yang istimewa di dunia ini. Mereka seperti matahari yang menerangi orang lain dan diri mereka sendiri, atau seperti minyak kesturi yang harumnya dapat dinikmati oleh orang lain.
Ada beberapa alasan di balik perintah Nabi Muhammad Saw untuk memberikan penghormatan kepada guru. Salah satunya adalah karena guru dan individu-individu yang menyampaikan ilmu memiliki dampak besar dalam pengenalan kita terhadap Islam seperti yang kita kenal saat ini. Ketidakheranan berasal dari pengetahuan bahwa individu yang memiliki pengetahuan, termasuk guru, memiliki status yang tinggi dalam pandangan Allah Swt. Bukan hanya dalam hal pengenalan Islam tetapi juga berkat guru, kita dapat menguasai kemampuan membaca, menulis, memahami ilmu alam, matematika, ilmu sosial, dan ekonomi, yang semuanya berkontribusi pada kemampuan kita untuk bertahan hidup dan mencari nafkah.
Inilah dasar mengapa kita harus memberikan penghormatan kepada guru. Pengetahuan kita saat ini, termasuk pemahaman tentang Islam, keterampilan berhitung, pengetahuan ilmu alam, ekonomi, ilmu sosial, dan berbagai pengetahuan bermanfaat lainnya, semuanya adalah hasil dari kontribusi guru. Seorang guru bertanggung jawab untuk mengajarkan berbagai pengetahuan kepada kita dan membimbing perkembangan kita sehingga kita dapat tumbuh menjadi individu yang bijaksana dan terdidik.
Terlepas dari kedudukan atau status seseorang, mereka tetap memiliki tanggung jawab moral kepada guru mereka yang telah mendidik mereka di masa lalu. Penyair Syauki juga memberi penghormatan kepada peran seorang guru dengan menyatakan, "Hormatilah dan hargailah guru karena seorang guru hampir seperti seorang rasul." Dengan memperhatikan tingginya martabat guru, tidak mengherankan jika para ulama juga sangat menghormati guru-guru mereka. Cara mereka menunjukkan penghormatan terhadap guru mereka meliputi:
- Tetap rendah hati di depan guru mereka bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang lebih luas daripada guru mereka.
- Taat pada setiap petunjuk dan bimbingan guru, seperti seorang pasien yang mengikuti arahan dari dokter ahli yang berpengalaman tanpa mengetahui apapun tentang penyakitnya sendiri.
- Selalu melayani guru mereka dengan harapan mendapatkan pahala dan keberkahan di sisi Allah Swt.
- Memandang guru dengan penuh rasa hormat dan kekaguman, serta percaya pada kesempurnaan pengetahuan mereka.
Adapun manfaat dari menghormati guru adalah: Pengetahuan yang kita peroleh akan menjadi berkah dalam kehidupan kita. Pengajaran yang diberikan akan diterima dengan lebih mudah. Pengetahuan yang diberikan oleh guru akan memberikan manfaat kepada orang lain. Akan senantiasa menerima doa dan restu dari guru. Akan membawa keberkahan, menyederhanakan urusan, dan dianugerahi berbagai nikmat oleh Allah SWT.
Hormati guru-gurumu agar kau gapai keberkan ilmu. Wallahu A'lam bishawwab.
0 Komentar
Silakan tinggalkan komentar Anda