Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

.

Tantangan Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka

Penulis: Nikmatul Hijrah Gultom, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan

Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dan pelaksanaan pendidikan. Secara epistemologi dalam bahasa Romawi kuno, kurikulum berasal dari kata “curere” yang berarti tempat berlari dari satu arah yang harus ditempuh pelari mulai dari start hingga finish. Kurikulum secara terminologi dapat diartikan kumpulan mata pelajaran yang harus dilewati peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam pendidikan. Untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas dengan menggunakan konten yang beragam, sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk mendalami dan menguatkan kompetensi pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pelajaran di lingkungan belajar siswa.

Awal tahun 2023, perkegantian kurikulum kembali terjadi, yang mulanya kurikulum 2013 kini mendapatkan pembaharuan menjadi kurikulum merdeka. Namun perubahan kurikulum yang signifikan menjadi sebuah tantangan terhadap guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Tantangan yang pertama yaitu kesiapan guru sebagai benteng pertahanan dalam menyiapkan bahan ajar dan metode ajar yang baru dalam kurikulum merdeka. Sebagai lokomotofit penggerak penunjang keberhasilan belajar siswa, dengan berlandaskan penguatan profil pancasila, asesmen pembelajaran dan pemanfaatan teknologi sebagai alat pendukung pembelajaran.

Tantangan yang kedua, guru dituntut harus mahir menggunakan teknologi yang berbasis digital. Tantangan ketiga yaitu guru harus memperluas jaringan komunikasi dan kemitraan antara satuan pendidik untuk kepentingan pendidikan. Tantangan keempat yaitu guru harus sigap dalam penerapan asesesmen pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui hasil pencapaian tujuan pelaksanaan kurikulum merdeka.

Problem pendidikan selama ini, secara spesifik juga dimaksudkan untuk mendorong agar peserta didik dalam pembelajaran mampu berkembang sesuai dengan minat, bakat, potensi dan kebutuhan kodratinya. Esensi dari kurikulum merdeka adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan menghasilkan generasi masa depan yang kuat secara intelektualitas, karakter dan memiliki semangat sebagai pembelajar sepanjang hayat (long life learner). Oleh karena itu, cakupan konten kurikulum merdeka terdiri dari kompetensi, pelaksanaan pembelajaran yang fleksibel dan karakter pelajar pancasila. Penerapan kurikulum­­ merdeka, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pa­da kualitas manusia Indonesia.

Penulis menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam pendidikan. Dengan menggunakan konten yang beragam dengan berlandaskan profil pancasila dan penerapan assesmen terhadap siswa. Namun, di sisi lain guru juga mendapatkan tantangan dalam penerapan kurikulum merdeka. Guru dituntut untuk lebih aktif untuk memperkaya ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi yang semakin maju. Kemudian dari itu, guru harus memperluas kemitraan dalam dunia pendidikan, serta sigap dalam memberikan asesmen atau tes kepada siswa untuk mengetahui hasil pencapaian pembelajaran siswa terhadap kurikulum merdeka.

Posting Komentar

0 Komentar

HEADLINE ARTIKEL

Cara Mengirimkan Artikel Publikasi di Majalah Pendidikan dan Dakwah