Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

.

Manajemen Pendidikan Pramuka di Indonesia


Penulis: Tua Dalimunthe, Ketua Racana K.H. Wahid Hasyim - Malahayati UIN Syahada Padangsidimpuan Periode 2019-2021.
Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan
 
Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia dimulai jauh sebelum tahun 1961. Gerakan Pramuka pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1912. Gerakan ini memiliki akar dari kegiatan kepanduan yang diperkenalkan oleh Baden-Powell di Inggris.
 
Pada Tanggal 14 Agustus 1961 yang disebutkan berkaitan dengan pembentukan organisasi resmi Gerakan Pramuka Indonesia, bukan dimulainya Pramuka di Indonesia. Pada waktu itu, Presiden Soekarno menandatangani Keputusan Presiden Nomor 228 tahun 1961 yang secara resmi mendirikan Gerakan Pramuka di Indonesia. Penandatanganan tersebut membuat Pramuka menjadi organisasi nasional yang diakui dan diatur oleh pemerintah.
 
Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang di Indonesia sejak awal abad ke-20, dengan berbagai kegiatan, nilai-nilai, dan sistem penghargaan yang menjadi inti dari gerakan ini. Perkembangan signifikan terjadi pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada tahun 2003, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pramuka. Undang-Undang tersebut menegaskan bahwa setiap lembaga pendidikan wajib melaksanakan kegiatan Pramuka sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
 
Pada dasarnya, Gerakan Pramuka di Indonesia telah menjadi bagian integral dari kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah jauh sebelum tahun 1961. Namun, peristiwa penting pada tanggal 14 Agustus 1961 menandai legalitas dan pengakuan resmi dari pemerintah Indonesia terhadap Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan nasional yang memiliki struktur organisasi, tujuan, dan aturan yang diatur. 
 
Ilmu dasar Pramuka dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kakak Pramuka untuk mengembangkan kreatif dan karya, sesuai kompetensi masing-masing. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, setiap anggota Gerakan Pramuka dapat mengubah isu-isu yang negatif menjadi positif agar masyarakat paham arti penting wadah Gerakan Pramuka di Indonesia.
 
Pramuka sangat disiplin dengan gerakan karya nyata yang membuat daya tarik bagi orang lain untuk ikut serta bergabung di Gerakan Pramuka. Pramuka dikenal dengan kekompakan dan satu komando yang mirip katanya dengan angkatan Polisi dan TNI.
 
Manajemen Pendidikan Pramuka perlu menata ulang kembali disiplin ilmu pramuka tersebut. Kita mesti merencanakan, mengorganisir,mengeksekusi kegiatan agar dapat dievaluasi dengan baik. Tanpa menajemen pendidikan Pramuka akan sulit mengakomodir kegiatan yang dilaksanakan oleh kalangan kakak pramuka di seluruh Indonesia.
 
Manajemen Pendidikan Pramuka adalah suatu pendekatan yang berkaitan dengan pengelolaan sistem, perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendidikan dalam lingkup Gerakan Pramuka. Tujuan dari manajemen pendidikan Pramuka adalah untuk menyusun strategi dan tindakan yang efektif dalam mengembangkan potensi anggota Pramuka. Manajemen pramuka memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh anggota Pramuka sesuai dengan prinsip-prinsip, nilai-nilai, dan tujuan dari Gerakan Pramuka itu sendiri.
 
Pendidikan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dasar Pramuka, tetapi juga meliputi pengembangan karakter, kepemimpinan, keterampilan, dan nilai-nilai positif lainnya. Manajemen Pendidikan Pramuka penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan nilai-nilai tersebut.
 
Pengelolaan pendidikan Pramuka memegang peran penting dalam tahapan manajemen sebagai berikut:
  1. Perencanaan: Ini mencakup penyusunan rencana pendidikan yang komprehensif, mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kegiatan, kurikulum, dan metode pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pramuka.
  2. Organisasi: Manajemen Pendidikan Pramuka melibatkan struktur organisasi yang jelas, pemilihan pemimpin yang kompeten, serta pembagian tugas dan tanggung jawab agar kegiatan pendidikan dapat berjalan lancar.
  3. Pelaksanaan: Memastikan kegiatan pendidikan dilakukan sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan harus memperhatikan berbagai aspek seperti keamanan, kedisiplinan, dan keberlanjutan kegiatan.
  4. Evaluasi: Penting untuk mengevaluasi efektivitas dari kegiatan pendidikan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan tercapai dan untuk memperbaiki proses pendidikan di masa depan.

Dalam hal ini, manajemen pendidikan Pramuka juga membantu dalam membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, serta membangun karakter yang kuat pada anggota Pramuka. Dengan manajemen pendidikan yang baik, Pramuka dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat dengan memperjuangkan nilai-nilai Pramuka yang berlandaskan pada kebaikan, kedisiplinan, kerja sama, dan kejujuran.

Posting Komentar

0 Komentar

HEADLINE ARTIKEL

Cara Mengirimkan Artikel Publikasi di Majalah Pendidikan dan Dakwah